Tampilkan postingan dengan label pengalamanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengalamanku. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Juli 2011

Facebook-Q diblokir lagi...

Sekian lama saya aktif FB-an, banyak hal yang sering kali terjadi pada akun facebook saya. Mulai diblokir ganti nama, sampe' blokir gak boleh nambah teman.

Kali ini adalah yang (kalo' gak salah) ke-3 kalinya saya diblokir gak boleh nambah teman. Awalnya akun saya diblokir 7 hari gak boleh nambah teman, selanjutnya 14 hari. Nah, kemaren baru saja saya terlepas dari masa blokir 14 hari, eh, hari ini udah kena lagi yg blokir 30 hari.... gile, 1 bulan bkal gak boleh nambah teman!!!

Berikut ni gambar-gambar peringatan dari Tante Facebook...

Minggu, 29 Mei 2011

Saya Bukan Orang Ambon

Posting ini emank agak sedikit aneh, ini berkenaan dengan deteksi feedjit teman-teman blogger yang saya kunjungi, selalu mendeteksi saya berasal dari Ambon, Maluku, Indonesia.

Dengan segala hormat, saya memohon maaf kepada seluruh saudara-saudara yang berada di Ambon, postingan ini hanya menyampaikan rasa penasaran saya yang tak wajar pada dunia maya ini.

Kamis, 26 Mei 2011

Blogger bingung .....

asli, virus males posting saya makin menggila, dengan berbagai macam alasan, bahkan terkadang tanpa ada alasan sama sekali, males banget rasanya. seakan-akan semua hilang saat berada didepan laptop. padahal dari kemaren-kemaren udah bergelayut berbagai macam persoalan dan uneg-uneg yang ingin saya tuangkan n tumpahkan dalam blog ini, eh, giliran nulis, hilang semua...!!!

Senin, 03 Mei 2010

SUNGGUH AKU MALU....

Sungguh Aku malu pada Allah.....

            Terlalu banyak dan terlalu sering hamba melanggar perintah-Mu, padahal hamba tahu bahwa itu adalah perbuatan dosa. Hamba malu pada-Mu, sekian banyak ilmu yang Engkau anugerahkan pada hamba, namun hamba tak mampu melawan nafsu dengan ilmu yang telah Engkau berikan tersebut. Yaa Allah, tutuplah aib hamba....




Rabu, 07 April 2010

INDONESIA BANGSA TEMPE

            Tempe ..... Tempe ....... Tempe ......
            Makanan lezat yang berasal dari kedelai ini merupakan makanan khas bangsa Indonesia, khususnya jawa, entah sejak berapa abad yang lalu.  Dari balita sampe lansia doyang banget makanan yang satu ini, entah dibikin apa aja pasti enak. Baik di goreng, di masak, sampe buat sambel goreng yang bahan dasarnya tempe ditambah bumbu-bumbu laennya, rasanya tak akan berubah, tetap rasa TEMPE.
            Namun sayang, bangsa yang doyan tempe ini tak memiliki hak paten tempe yang diakui dunia. Tempe yang awalnya berasal dari Indonesia di contek oleh Jepang dan mereka membuat tempe dengan kualitas lebih baik kemudian memdaftarkannya sebagai hak paten jepang yang diakui dunia.
            Untungnya bangsa Indonesia adalah bangsa yang baik hati, tidak sombong dan rajin menabung (????). meskipun cita rasa tempe Indonesia udah tak utuh lagi, yang disebabkan karena hak patennya milik Jepang, bangsa Indonesia tetap doyan tempe. Rasanya gimanaaaa gitu klo makan gak pake’ tempe.
            Bermacam macam makanan bisa dibuat dengan tempe, ada tempe goreng, ada tempe rebus, ada tempe godok, ada tempe bakar (???), ada juga tempe penyet!!! Tempe kotak seperti kotak pensil, kalo’ lewat ......... ( nyasar!!! Asle gak nyambung!!!). Semuanya bisa kita temukan dengan mudah dipinggir-pinggir jalan, (kalo’ ditengah jalan ntar menghambat lalu lintas!).
            Yang paling di doyanin kebanyakan orang neh, namanya TEMPE PENYET!!! Tempe kok penyet??? Habis digilas mobil y??? Begitulah pertanyaan-pertanyaan yang berputar-putar, bolak balik, mondar mandir dikepala saya saat pertama kali mendengar nama Tempe Penyet (maklumlah, saya bukan orang Jawa). Ternyata itu Cuma nama doank, nama samaran or julukan saja, (ternyata bukan Cuma manusia yang doyan pake’ nama samaran!), ntahlah bagaimana asal muasal nama itu.
            Aslinya, tempe penyet tak seburuk namanya. Bentuk dan rasanya jauh dari nama samarannya, asli gak da penyetnya sama sekali. Biasanya tempe penyet disajikan dalam sebuah wadah berupa piring kecil, didalamnya terdapat 2-3 potong tempe, dihiasi dengan daun cemangi dan kubis/ kol (kalo’ yang pro, penataannya keren banget), dilengkapi dengan sambel yang khas banget.
            Namun sayang, penamaan penyet pada tempe senikmat itu membuat saya gimanaaaa gitu, sampe gak tega rasanya mau menikmatinya. Penyet identik dengan sesuatu yang udah tidak dapat digunakan lagi, semacam sudah hancur gitu. Biasanya penyet itu setelah sesuatu di injak mobil atau injak-injak oleh kaki manusia dengan niat ingin menghancurkan. Yah, apa mau saya kata, bagaimanapun juga, sebuah nama, jika telah memasyarakat, meskipun itu kurang bagus, akan sangat susah sekali untuk dirubah. Biarlah tempe tetap penyet, yang penting rasanya tetap nikmat!!!!

NB:
Tulisan ini terilhami dari ceramah Ust. Bagus pada peresmian toko buku R_BOOKMART Mulyosari, Surabaya, pada tanggal 21 februari 2010.

Senin, 15 Maret 2010

Slamat Untuk Muhammad Abdus Syakur Hidayatullah bin Ahmad Fitri (Lengkap kap kap!!!)

Alhamdulillah. Atas dukungan dan partisipasi Anda sebagaimana ajakan saya pada pesan sebelumnya, Muhammad Abdus Syakur berhasil menjadi juara II dalam lomba foto tentang 'Seni di Kotamu' yang digelar British Council Indonesia bekerjasama dengan Kompas.com Photo.

Syakur, demikian dia dia dipanggil, adalah santri Hidayatullah yang menyelesaikan pendidikan formalnya dari PDI sampai dengan SMA di Gunung Tembak Balikpapan. Minatnya yang besar ke dunia fotografi kemudian membawa dirinya ke ibu kota negara. Di kota metropolititan yang beraroma hedonis ini, Syakur mencoba "melacurkan" diri dengan obsesi besarnya menjadi fotografer melebihi Arbein Rambey, fotografer Kompas. Dan dia memang menikmatinya. Salah satunya dengan mengikuti lomba tersebut di atas.

Asal tahu saja, pemuda Bugis penyuka empek-empek Palembang ini, sebelumnya hanyalah santri biasa. Sehari-hari di masa sekolahnya lebih sering pegang cangkul. Kamera, di masa beliau, adalah benda aneh dan nihil ditemui. Apalagi ketika di masa PDI (Pendidikan Dasar Islam) atau sekarang Madrasah Ibtidaiyah, Syakur lebih suka brijing ke hutan mencari kehidupan eksotik dengan buah-buahan salak atau pisang, bersama konco-konconya.

Bakar pisang, rebus atau bakar singkong, brijing salak, kates, dan sejenisnya, adalah aktifitas yang tidak lepas dari pria yang 19 tahun silam ini.

Dunia foto memoto, bagi Syakur, adalah "Natural. Saya menikmatinya," katanya tempo hari, dalam bincang-bincang ringan dengan kami.

Prinsip hidup pria yang sebetulnya sudah berumur matang untuk ikut massalan di Gunung Tembak bulan depan ini mengaku tidak muluk-muluk. "Saya ingin seperti air," katanya. Hidup kata Syakur, tak ubahnya semisal air. "Ketika tidak mampu menembus, maka cobalah untuk menghimpun lagi kekuatan agar semakin banyak. Dan mulailah pelan-pelan menembus aral," demikian petuah dia.

Bukan Syakur saja, kita pun mestinya mencoba mencontoh air. Filosofi air adalah metamorfosa menuju sukses, menuju kebahagiaan, kemantapan, dengan sangat natural dan proporsional.

Buat Syakur, selamat atas capaiannya. Semoga ke depan bisa lebih membesar dan bagus lagi prestasi-prestasinya. Saya juga tidak tahu berapa juta hadiah yang Kau bawa pulang. Sampai pagi ini kau belum juga muncul. Yang jelas, saya sudah menunggu di sini, di tempat biasa, menanti ajakan makan siang yang besar. hehe..



NB: Di culik dari pesan Ainnuddin on the facebook..... 

Sabtu, 20 Februari 2010

HUJAN DAN MATI LAMPU, COUPLE FOREVER!!!!


           Ibarat Romeo dan Juliet, ibarat amplop dan perangko, ibarat karung dan rombeng, mati lampu dan hujan juga hampir selalu bersama.
            Saat hujan turun, segeralah persiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi mati lampu. Turunnya hujan adalah indikator segera mati lampu. Hujan turun tidak membuat aktifitas kantor terhenti, tapi jika mati lampu/listrik padam, tertundalah semua pekerjaan.
            Disisi lain, saat jam kantor telah berakhir sementara langit belum berhenti menangis, karyawan yang seharusnya segea pulang dan berkumpul bersama keluarga dirumah, harus tetap setia di kantor hingga langit kembali tersenyum dan mengizinkan kita melangkah dibawahnya. Bahkan sesekali, karyawan terpaksa menginap di kantor, menikmati sudah seharian menghiasi pandangan mata, tidur beralaskan karpet seadanya.

Senin, 08 Februari 2010

SOK NGERTI!!!

Kisah ini terjadi ketika saya pertama kali menginjakkan kaki di Surabaya, ibu kota jawa Timur. Setelah berkeliling kota Surabaya, melihat dan menikmati keramaian malam kota pahlawan, saya bermaksud makan malam disebuah warung pinggir jalan.