Tampilkan postingan dengan label remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label remaja. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 April 2011

Anggapan Salah Tentang Cowok

Nggak semua anggapan cewek tentang cowok itu benar. Bahwa cowok itu egois, emosi tinggi, atau takut berkomitmen, bisa jadi itu hanya tuduhan tanpa bukti. Cowok memang punya sifat yang beda bila dibandingkan dengan para cewek. Sebab kata orang, cowok itu berasal dari Mars dan cewek dari Venus. Mari deh lurusin dulu pemahaman soal cowok!

Selasa, 12 April 2011

Patah Hati Vs Facebook

Jatuh cinta memang indah,bagaimana kalau putus cinta?menyakitkan bukan.Ya itulah yang dirasakan banyak orang setelah putus cinta dengan kekasih hatinya,mereka banyak prustasi gara-gara perasaan hati tersebut.

Saat ini facebook jadi media bagi banyak orang untuk mengekspresikan hatinya yang sedang kalut,bahkan situs jejaring sosial ini bisa menambah kepedihan hati kamu saat menghadapi putus cinta.Pasalnya kamu harus melihat kenangan-kenangan yang tersimpan dalam situs pertemanan Facebook atau bahkan ketika melihat status update mantan pasangan.

Berikut hal mengapa Facebook bisa memperburuk perasaan kamu :

Sabtu, 24 April 2010

Ada kemungkinan Iblis "Salah Alamat" entah kepada kita....

Saudaraku yang Berani Meninggalkan Kemaksiatan Rochimakumullah,

Dengan berbagai cara, Iblis akan menyesatkan sebanyak mungkin manusia agar kelak menemani mereka tersiksa di dalam neraka.,
Sebuah kisah,:
Suatu ketika Syekh Abdul Qodir Al Jaelani sedang beribadah, datanglah iblis dengan wujud cahaya, lalu berkata iblis :

Rabu, 07 April 2010

INGIN MAKIN BODOH, TERUSLAH MEROKOK!!!!


Anggapan orang bahwa merokok adalah tindakan bodoh semakin mendekati kebenaran. Para perokok dianggap bodoh karena mengabaikan ancaman yang tertulis dalam tiap kemasan rokok: “ MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN!”. Namun lebih dari itu, merokok benar-benar menurunkan tingkat kecerdasan seseorang.
            Setidaknya inilah yang telah dibuktikan oleh Dr. Mark Weiser dari Sheba Medical Center di Tel Hashomer, Israel. Dalam penelitian yang melibatkan 20.000 calon taruna militer Israel, didapatkan bahwa mereka yang merokok memiliki IQ lebih rendah daripada yang tidak merokok.
            Sebanyak 28 % dari peserta penelitian merokok paling tidak sebatang sehari, 3 % adalah mantan perokok, dan yang 68 % tidak pernah merokok.
            Setelah menjalani tes, terlihat bahwa perokok secara signifikan memiliki skor IQ lebih rendah daripada non perokok. IQ rata-rata non perokok adalah 101, sedangkan para perokok memiliki point 94. secara pasti, IQ terus menurun seiring meningkatnya konsumsi rokok, dari 98 pada kelompok yang menghabiskan 5 batang perhari, dan 90 bagi yang mengkonsumsi rokok lebih dari 1 bungkus perhari. Peneliti juga membandingkan IQ pada 70 pasang saudara kandung, dimana terdapat salah satunya merokok sedangkan yang lain tidak merokok. Sekali lagi, IQ rata-rata untuk non perokok lebih tinggi dibandingkan dengan saudaranya yang merokok.
            Jadi, KALAU MAU BERTAMBAH BODOH, TERUSLAH MEROKOK!!!!


NB:
Diambil dari majalah Ar-Risalah No. 106/Vol.IX/10 Rabiul Akhir-Jumadil Ula 1431 H/ April 2010

Senin, 15 Maret 2010

Slamat Untuk Muhammad Abdus Syakur Hidayatullah bin Ahmad Fitri (Lengkap kap kap!!!)

Alhamdulillah. Atas dukungan dan partisipasi Anda sebagaimana ajakan saya pada pesan sebelumnya, Muhammad Abdus Syakur berhasil menjadi juara II dalam lomba foto tentang 'Seni di Kotamu' yang digelar British Council Indonesia bekerjasama dengan Kompas.com Photo.

Syakur, demikian dia dia dipanggil, adalah santri Hidayatullah yang menyelesaikan pendidikan formalnya dari PDI sampai dengan SMA di Gunung Tembak Balikpapan. Minatnya yang besar ke dunia fotografi kemudian membawa dirinya ke ibu kota negara. Di kota metropolititan yang beraroma hedonis ini, Syakur mencoba "melacurkan" diri dengan obsesi besarnya menjadi fotografer melebihi Arbein Rambey, fotografer Kompas. Dan dia memang menikmatinya. Salah satunya dengan mengikuti lomba tersebut di atas.

Asal tahu saja, pemuda Bugis penyuka empek-empek Palembang ini, sebelumnya hanyalah santri biasa. Sehari-hari di masa sekolahnya lebih sering pegang cangkul. Kamera, di masa beliau, adalah benda aneh dan nihil ditemui. Apalagi ketika di masa PDI (Pendidikan Dasar Islam) atau sekarang Madrasah Ibtidaiyah, Syakur lebih suka brijing ke hutan mencari kehidupan eksotik dengan buah-buahan salak atau pisang, bersama konco-konconya.

Bakar pisang, rebus atau bakar singkong, brijing salak, kates, dan sejenisnya, adalah aktifitas yang tidak lepas dari pria yang 19 tahun silam ini.

Dunia foto memoto, bagi Syakur, adalah "Natural. Saya menikmatinya," katanya tempo hari, dalam bincang-bincang ringan dengan kami.

Prinsip hidup pria yang sebetulnya sudah berumur matang untuk ikut massalan di Gunung Tembak bulan depan ini mengaku tidak muluk-muluk. "Saya ingin seperti air," katanya. Hidup kata Syakur, tak ubahnya semisal air. "Ketika tidak mampu menembus, maka cobalah untuk menghimpun lagi kekuatan agar semakin banyak. Dan mulailah pelan-pelan menembus aral," demikian petuah dia.

Bukan Syakur saja, kita pun mestinya mencoba mencontoh air. Filosofi air adalah metamorfosa menuju sukses, menuju kebahagiaan, kemantapan, dengan sangat natural dan proporsional.

Buat Syakur, selamat atas capaiannya. Semoga ke depan bisa lebih membesar dan bagus lagi prestasi-prestasinya. Saya juga tidak tahu berapa juta hadiah yang Kau bawa pulang. Sampai pagi ini kau belum juga muncul. Yang jelas, saya sudah menunggu di sini, di tempat biasa, menanti ajakan makan siang yang besar. hehe..



NB: Di culik dari pesan Ainnuddin on the facebook..... 

Senin, 08 Februari 2010

JANGAN COBA-COBA

Hari ini fikiran lagi gak karuan
Nyesel tapi sengaja nonton film begituan
Otak penuh hayalan juga bayang-bayang
Ingin cepat lepaskan bingung cari saluran

Minggu, 07 Februari 2010

SAYA DAN ROKOK

Saya menengenal rokok sejak saya duduk di Taman Kanak-Kanak, tentunya seusia itu kita udah bisa berfikir dan mengenal dengan baik sebuah benda. Pertama kali bibir saya bertemu dengan puntung rokok terjadi saat saya duduk di kelas 1 MI RM Putra, waktu itu hanya sekedar iseng, coz ada puntung rokok yang baru dibuang dan belum mati, saat itu bukannya saya hisap sebagaimana lazimnya orang merokok, tapi saya tiup!!!! Gilanya, itu saya lakukan didepan bapak saya, langsung kena semprot bin omelan n sedikit penjelasan bahwa tu nggak boleh.